Kenapa sih gigi bungsu yang miring harus di operasi?
Hai sobat 9c bagaimana kabarnya? semoga kita semua tetap dalam kondisi yang sehat ya. Anyway di artikel kali ini kita akan membahas tentang gigi molar tiga atau yang disebut gigi bungsu yang miring kenapa sih harus sampai di operasi? Kenapa gak bisa di cabut seperti biasa saja? Baik, langsung saja kita bahas ya alasannya kenapa..
Jadi, jika sampai detik ini kalian masih berpikir gigi hanyalah elemen kecil yang tidak mempunyai dampak apapun bagi tubuh kita, hal itu sangat kurang tepat, karena infeksi yang muncul pada gigi dapat memicu bakteri dan mikroba yang masuk akan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Salah satu hal yang dapat terjadi ialah kehadiran gigi bungsu yang miring.
Gigi molar tiga atau gigi bungsu adalah gigi yang terakhir tumbuh dan terletak di bagian paling belakang dari rahang, dan tumbuh pada usia remaja. Normalnya tiap orang memiliki 4 gigi bungsu. Tetapi, banyak kasus rahang tidak cukup besar untuk menampung gigi-gigi sehingga tidak dapat tumbuh sepenuhnya atau gigi tetap berada dibawah gusi atau tulang. Dan terjadilah impaksi, yaitu keadaan gigi mengalami hambatan dalam arah erupsi/tumbuh dan tidak dapat mencapai posisi yang seharusnya.
Gigi bungsu yang impaksi menimbulkan gejala rasa sakit atau kaku pada rahang di area gigi bungsu yang impaksi. Sakit kepala, sakit pada telinga dan leher, dan bau mulut akibat adanya infeksi, lalu pemeriksaan penunjang yang dilakukan berupa foto panoramik untuk melihat posisi gigi molar. Setelah melihat hasil pemeriksaan rotgen jika gigi bungsu sudah mengganggu pertumbuhan gigi lainnya, pembengkakan gusi hingga berlubang maka dapat di indikasi untuk dilakukan operasi (odontektomi)
Odontektomi adalah pencabutan gigi bungsu, dimana saat pencabutan ini dilakukan pembedehan dokter perlu membuka gusi yang menutupi geraham bungsu, sekaligus membersihkan tulang yang menutupi sebagian atau seluruh gigi. Setelah proses pembedahan selesai, penutupan bagian yang sebelumnya dibuka akan dilakukan penjaitan. Dan untuk masa pemulihan dibutuhkan waktu 7-10 hari hingga benang jahitannya larut dan luka mulai sembuh.
