Bunyi “klek” pada rahang saat mengunyah selama perawatan behel sering membuat pasien khawatir. Apakah kondisi ini normal? Simak penyebab, tips mengatasinya, dan pentingnya konsultasi ke dokter spesialis ortodonti.
Selama menjalani perawatan ortodonti seperti penggunaan behel, pasien sering merasakan berbagai perubahan pada gigi dan rahang. Salah satu keluhan yang cukup sering terjadi adalah munculnya bunyi “klek” saat membuka mulut atau mengunyah.
Kondisi ini dapat menimbulkan pertanyaan: apakah hal tersebut normal atau tanda adanya gangguan pada rahang?
Pada banyak kasus, bunyi ringan tanpa rasa sakit masih tergolong wajar, terutama pada fase awal perawatan ortodonti ketika gigi dan gigitan sedang dalam proses penyesuaian.
Baca Juga: Mau Pasang Behel? Cek Harga Terbaru di Surabaya!
Maloklusi adalah kondisi di mana susunan gigi tidak sejajar atau hubungan antara gigi atas dan bawah tidak ideal. Beberapa jenis maloklusi yang umum antara lain:
Overbite adalah kondisi ketika gigi atas menutupi gigi bawah lebih dalam dari normal saat menggigit. Dalam batas tertentu overbite masih dianggap normal, tetapi jika terlalu dalam dapat menyebabkan keausan pada gigi bawah, rasa tidak nyaman pada rahang, bahkan berisiko memicu gangguan sendi rahang (TMJ). Pada beberapa kasus, overbite yang berat juga bisa memengaruhi estetika senyum karena gigi bawah hampir tidak terlihat saat berbicara atau tersenyum.
Underbite terjadi ketika gigi bawah berada lebih maju daripada gigi atas. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan pertumbuhan rahang bawah yang lebih dominan atau rahang atas yang kurang berkembang. Underbite dapat membuat proses mengunyah menjadi kurang efisien, memengaruhi cara berbicara, serta memberikan tekanan berlebih pada gigi tertentu. Selain itu, profil wajah juga dapat terlihat berbeda karena posisi rahang yang tidak seimbang.
Crossbite adalah kondisi ketika sebagian gigi atas berada di dalam gigi bawah saat menggigit, padahal seharusnya gigi atas sedikit berada di luar gigi bawah. Crossbite bisa terjadi pada gigi depan maupun belakang. Jika tidak ditangani, tekanan kunyah yang tidak merata dapat menyebabkan gigi cepat aus, gusi bermasalah, bahkan memengaruhi pertumbuhan rahang pada anak-anak. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat membuat posisi rahang bergeser.
Open bite adalah kondisi ketika terdapat celah antara gigi atas dan gigi bawah saat mulut dalam posisi tertutup, sehingga gigi depan tidak saling bersentuhan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kebiasaan seperti mengisap jempol, penggunaan dot terlalu lama, atau dorongan lidah saat menelan. Open bite dapat menyulitkan saat menggigit makanan tertentu, memengaruhi pengucapan beberapa huruf, serta membuat senyum tampak kurang proporsional.
Maloklusi tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi mengunyah, bicara, hingga ketegangan pada sendi rahang.
Perawatan ortodonti bertujuan memperbaiki posisi gigi dan hubungan gigitan secara bertahap agar fungsi dan kesehatan rongga mulut tetap optimal.
Bunyi pada rahang umumnya berkaitan dengan sendi rahang atau Temporomandibular Joint (TMJ). Sendi ini bekerja setiap kali kita berbicara, mengunyah, atau membuka mulut.
Beberapa penyebab bunyi “klek” antara lain:
Saat gigi bergerak, posisi gigitan ikut berubah. Rahang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan posisi baru tersebut.
Pada fase tertentu, otot dan sendi rahang masih menyesuaikan dengan perubahan posisi gigi.
Kebiasaan mengunyah makanan keras, menggertakkan gigi, atau stres dapat meningkatkan ketegangan otot rahang.
Kebiasaan ini dapat menyebabkan beban tidak seimbang pada sendi rahang.
Jika bunyi hanya sesekali dan tidak disertai nyeri, biasanya kondisi ini tidak berbahaya. Namun tetap perlu dipantau selama kontrol rutin.
Baca Juga: Praktek Dokter Gigi Surabaya yang Worth It Untuk Kamu
Segera konsultasikan ke dokter gigi jika bunyi “klek” disertai gejala berikut:
Pemeriksaan penting dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gangguan sendi rahang yang lebih serius.
Selama menjalani perawatan ortodonti, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi keluhan:
Konsistensi kontrol sangat penting karena dokter akan mengevaluasi perkembangan gigi dan kondisi rahang secara berkala.
Baca Juga: Cari Spesialis Orthodonti Terbaik di Surabaya? Ini Dia Jawabannya!
Perawatan ortodonti bukan sekadar merapikan gigi, tetapi juga mengatur keseimbangan gigitan, fungsi pengunyahan, dan kesehatan sendi rahang.
Dokter gigi spesialis ortodonti memiliki kompetensi khusus untuk:
Perawatan yang dilakukan oleh tenaga profesional membantu memastikan hasil yang optimal sekaligus nyaman bagi pasien.
Klinik Utama 9C Orthodontics didukung oleh dokter gigi spesialis ortodonti yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus maloklusi, baik ringan maupun kompleks.
Setiap pasien mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, perencanaan perawatan yang personal, serta pemantauan rutin untuk memastikan perawatan berjalan efektif dan nyaman.
Pendekatan yang tepat dan evaluasi berkala sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi, rahang, dan kualitas senyum dalam jangka panjang.
Jika Anda sedang menjalani perawatan behel dan merasakan bunyi pada rahang, jangan ragu untuk berkonsultasi. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah masalah yang lebih serius dan memastikan perawatan tetap berjalan optimal.
Keyword: maloklusi, perawatan ortodonti, bunyi rahang saat mengunyah, TMJ, dokter spesialis ortodonti, klinik ortodonti Surabaya, 9C Orthodontics
Baca Juga:
Solusi Alami Merapikan Gigi Anak: Apa Itu Teeth Trainer dan Manfaatnya?
Klinik Gigi Terdekat di Surabaya | Perawatan Gigi Profesional & Nyaman
Gigi Awalnya Rapat Lalu Menjadi Renggang Saat Pakai Behel: Apakah Normal dan Wajar?
PT NANCY SINERGI GRUP
RUKO PAKUWON TOWN SQUARE BLOK AA 2/25, JL LAGUNA, KEJAWAN MUTIARA NO 11 AG, Desa/Kelurahan Kejawan Putih Tambak, Kec. Mulyorejo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia
Kode Pos : 60112
info@9corthodontics.com
Office : 031-591 77353 | 031-593 8002
+6281 8031 12017